Kamis, 05 Mei 2011

Buruh dan Guru Gelar Demo di Depan Istana

Liputan6.com, Jakarta: Ribuan buruh dan guru honorer menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Kedua elemen masyarakat sama-sama menuntut pemerintah memperhatikan dan memperbaiki nasib mereka.

Para guru honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI) meminta pada pemerintahan SBY untuk memberlakukan Upah Minimun Reginal (UMR) bagi guru honorer. "betapa tidak, pemerintah memberlakukan gaji buruh, pns bergaji penuh namun ketika guru negeri dan swasta, masih ada bergaji sekitar 50 ribu hingga 500 ribu, dimana keadilan," teriak kordinator aksi dalam orasinya di depan istana presden, Jakarta, selasa (3/5).

Dengan membawa spanduk bertuliskan tuntutan, FHI meminta pada pemerintah untuk memberikan jaminan tertulis bahwa 100 persen tenaga honorer segera diangkat menjadi PNS dan memberlakukan Upah Minimum Honorer dan melegalisasikan seluruh guru honorer sebagai sistem penerimaan PNS yang utama.

Sementara itu para buruh yang juga ikut berdemo di depan Istana Merdeka meminta pemerintah menjamin kesejahteraan mereka. Mereka menuntut pemerintah segera mensahkan undang-undang jaminan sosial bagi para buruh. pemerintah juga dianggap lalai memperhatikan nasib mereka dan lebih memihak kepada pengusaha.

Sempat terjadi bentrok antara polisi dan para pengunjuk rasa, ketika para pendemo berusaha maju mendekati pagar istana, yang langsung dicegah oleh polisi. Dua orang yang dianggap provokator sempat ditangkap oleh polisi, sebelum akhirnya dilepaskan lagi. Unjuk rasa juga menyebabkan lalu lintas di sekitar Istana Merdeka mengalami kemacetan dan dialihkan oleh petugas.. (ARI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar