Kamis, 05 Mei 2011

April-Mei Pelesiran, DPR Habisin RP 14 M

RMOL.Dikritik bertubi-tubi, para wakil rakyat di Senayan tetap ngotot melakukan kunjungan kerja atau kata sinisnya, pelesiran ke luar negeri. Dalam dua bulan, Aril-Mei 2011, DPR telah menghabiskan duit rakyat Rp 14,57 miliar untuk kegiatan pelesiran tersebut.

Data itu dilansir Kordinator In*vestigasi dan Advokasi Forum In*donesia untuk Transparansi Ang*garan (Fitra), Uchok Sky Kha*dafi, kemarin.

April lalu, menurut Uchok, Fi*tra mencatat sejumlah keleng*ka*pan DPR bersiap pergi ke luar ne*geri dengan menggunakan duit rakyat Rp 12,73 miliar. Keleng*kapan DPR yang dimaksud ada*lah Komisi I, Komisi VIII, Ko*misi X, dan Badan Urusan Ru*mah Tangga (BURT) DPR ke de*lapan negara dengan frekuensi 11 kali kunjungan.

Data bertambah setelah di*ke*tahui ternyata Ketua DPR, Mar*zuki Alie juga mempunyai hasrat me*lakukan pelesiran ke Irak. Selain itu, ada juga Komisi III yang ‘kucing-kucing’ alias diam-diam tiba-tiba sudah sampai ke Jerman.

“Alhasil, pada April-Mei 2011, anggota DPR yang melakukan pe*lesiran ke luar negeri, secara to*tal telah menghabiskan uang pa**jak rakyat Rp 14,57 miliar,” ujar Uchok.

Uchok mengatakan, pelesiran Ketua DPR Marzuki Alie berserta rombongan ke Irak selama enam hari akan menghamburkan uang pa*jak rakyat sebesar Rp 618 juta. Pa*dahal, lanjutnya, Marzuki per*nah mengimbau kepada anggota DPR agar jangan ke Luar negeri. “Ka*lau ketua DPR ingin meng*imbau anggota DPR lain jangan ke luar negeri, sebaiknya lebih du*lu mengimbau diri sendiri diri, kon*sisten untuk tidak keluar ne*geri,” katanya.

Dijelaskan Uchok, keberang*katan rombongan ketua DPR de*ngan 7 staf dinilainya tidak sesuai de*ngan ketentuan yang diatur Seketariat Jenderal DPR. Di*mana, setiap alat perlengkapan yang akan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, diizinkan membawa 2 orang staf saja.

Menurut dia, dengan mem*bawa 7 orang staf berarti rom*bongan ketua DPR telah melebihi kuota sebanyak 5 orang, yang berarti telah melakukan pem*borosan uang negara. “Yang pa*ling aneh adalah kebe*rang*katan ke Irak hanya untuk menjalin kerja sama di bidang energi. Ini menjadikan rombongan ketua DPR sudah seperti jajaran ek*sekutif negara saja, dan sebetul*nya tidak ada kaitan dengan fungsi, dan tugas sebagai anggota DPR seperti Pengawasan, Legis*lasi, dan Penganggaran,” ung*kapnya.

Dia juga menyoroti kunjungan komisi III pelesiran ke Jerman yang menghambur-hambur uang pajak rakyat sebesar Rp 1,2 miliar. Kunjungan Komisi III DPR ini adalah dalam rangka menyelesaikan Rancangan Un*dang-Undang (RUU) Mah*kamah Konstitusi (MK). Dikatakannya, revisi RUU MK yang hanya 2 pasal saja tidak memerlukan anggaran hingga sebesar Rp 1,2 miliar, apalagi kalau sampai harus ke luar negeri. “Ini artinya anggota komisi III hanya mau pelesiran saja untuk meng*habis*kan hari-hari reses mereka di Jerman sehingga anggaran se*be*sar Rp 1,2 miliar ke Jerman harus ditanggung pajak publik,” ka*tanya.

12,7 Miliar Dipake 4 Kelengkapan DPR

Delapan Negara Kaya Raya Jadi Tujuannya

Sebelumnya, Fitra me*ngung****kapkan alokasi dana pe*lesiran Rp 12,73 miliar dipakai Komisi I, Komisi VIII, Komisi X, dan BURT DPR. Perinciannya antara lain, 11 anggota Komisi I yang pada 1–7 Mei 2011 ke Amerika Serikat dengan ang*ga*ran Rp–1,41 miliar, kemuadian pada 16–22 April 2011 ke Turki de*ngan anggaran Rp 879,91 juta, ke Rusia menghabiskan Rp 1,29 miliar, pada 14—20 April 2011 ke Perancis dengan anggaran Rp 944,59 juta, dan ke Spanyol dengan ongkos Rp 1,20 miliar.

Berikutnya, sebanyak 13 ang*gota Komisi X akan pelesiran ke Spanyol pada 24 – 30 April 2011 dengan dana sebesar Rp 1,32 miliar dan Rp 668,73 juta untuk ke China. Sedangkan 13 anggota Komisi VIII akan mengunjungi China–pada 17—24 April 2011 dengan anggaran Rp 668,73 juta, ke Australia menelan dana Rp 811,80 juta. Uchok menam*bah*kan, untuk tujuan pelesiran 13 anggota BURT pada 1 – 7 Mei 2011 ke Inggris dengan alokasi dana mencapai Rp 1,57 miliar, dan ke Amerika Serikat menelan biaya Rp 1,97 miliar.

Dalam pandangan Uchok peri*laku menghamburkan uang ne*gara tersebut tidak meng*heran*kan, karena sudah menjadi tabiat para anggota dewan itu bisa me*lenggang ke DPR dengan meng*habiskan anggaran besar saat berkampanye. Akibatnya, banyak dari anggota DPR berusaha me*ngem*balikan modal yang telah mereka keluarkan, bahkan tak sedikit juga yang sekalian men*cari keuntungan. Padahal ang*garan yang mereka gunakan itu adalah anggaran yang berasal dari masyarakat. “Untuk memberikan pajak kepada negara, masyarakat harus mengumpulkan duit dulu se*lama satu tahun, baru bisa mem*bayar pajak kepada negara. Tapi, anggota dewan dengan se*enaknya menghambur-hambur pajak rakyat dalam hitungan bu*lan saja,” tegasnya.

Bila dialokasikan untuk ke*bu*tuhan yang lain, anggaran sebesar Rp 12 miliar itu dapat digunakan untuk menyelamatkan 262 orang anak yang tidak mampu sekolah melalui program beasiswa dari SD sampai ke Perguruan Tinggi di*mana masing-masing anak men*dapat sekitar Rp 46 juta. “Para orang tua yang kurang mampu menyekolah anak-anak*nya dari SD sampai ke Perguruan tinggi, tentu mereka membutuh waktu bertahun-tahun untuk me*ngumpulkan duit agar anak bisa lulus sampai ke perguruan tinggi. Kalau ada anggaran ter*sebut dialokasikan untuk beasis*wa tentu sangat membantu,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Uchok berharap agar para anggota DPR sadar dan berhenti melakukan jalan-jalan ke luar negeri bila tidak ada manfaatnya bagi ma*sya*rakat. “Kalau tidak bisa dila*ku*kan, artinya DPR bukan se*buah lembaga perwakilan rakyat tetapi, lebih sebagai perusahaan yang hanya mencari keuntungan semata demi memperkaya pri*badi-pribadi ang*gota**nya,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar